Senin, 17 Desember 2007

Raja' (pengharapan)

Katakanlah: "Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengamouni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Az Zumar:53)

Muslim meriwayatkan dari Abu Dzar ra. ia berkata bahwa Nabi saw bersabda: "Allah berfirman: 'Barang siapa yang mengerjakan 1 (satu) kebaikan, maka pahalanya akan dilipatgandakan 10 (sepuluh) kalinya atau bahkan Aku lebihkan dari itu. Barang siapa mengerjakan 1 (satu) keburukan, maka balasannya hanyalah setimpal dengannya atau bahkan Aku akan mengampuninya. Barang siapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekat kepadanya sehasta, dan barang siapa yang mendekat kepadaKu sehasta, niscaya Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Barangsiapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari. Barangsiapa yang menghadap-Ku dengan memikul dosa sepenuh bumi dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun, maka Aku akan menemuinya dengan memberikan ampunan yang sepadan dengan banyaknya dosanya itu.

ikhlas

"Padahal mereka tidak disuruh, melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus,
dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat;
dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Al Bayyinah : 5)

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata "Rasullah saw bersabda: 'Allah berfirman: 'Aku adalah sekutu yang sungguh tidak memerlukan sekutu. Barang siapa berbuat kebaikan dengan menyertakan sekutu lain selain-Ku (sebagai tujuannya), maka Aku meninggalkan dia dan sesuatu yang dia sekutukan dengan-Ku itu.' "
Dalam riwayat lain ada tambahan; 'Aku berlepas darinya dan dia menjadi hamba sesuatu yang karenanya ia beramal.'

Rabu, 05 Desember 2007

Keutamaan Taqwa

Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Dia akan jadikan untuknya jalan (keluar dari kesulitan), dan Dia akan memberi rizki kepadanya dari arah yang tiada ia sangka-sangka.
Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Dia akan menjadikan akan urusannya mudah.
Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, dia akan membersihkan kejelekan-kejelekannya dan akan membesarkan pahala untuknya.
( QS. Ath Thalaq 2-5)

Orang yang mulia disisi Allah adalah orang yang taqwa. Taqwa berarti melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larang-Nya disertai sikap ridho (menerima dengan ikhlas) dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah.

taqwa bisa juga diartikan memelihara ketentuan/perintah Allah dan melindungi diri dari dosa/larangan Allah dalam kehidupannya.

Orang yang taqwa akan senantiasa ingat kepada Allah dalam setiap langkah hidupnya. Mereka yang bertaqwa akan mendapatkan jalan keluar dari kesulitan, mendapatkan rezeki yang tidak terduga, mendapatkan keberkahan dan mendapat ampunan dari dosa dan kesalahan.

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, kami akan memberikan kepadamu 'furqan' dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu dan Allah mempunyai karunia yang besar. (8-29)

Furqan adalah petunjuk yang dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, dapat juga disini diartikan dengan 'pertolongan'.

Keutamaan Membaca Istighfar

"Orang yang melazimi (menetapi) istighfar, allah menjadikan untuknya kelonggaran dari segala kesusahannya, dan jalan keluar dari setiap kesulitannya, memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka- sangka." (Diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah, dari Abdullah bin abbas)

Jumat, 30 November 2007

Empat waktu

Wahab bin Munabbih menerangkan tentang hikmah kebijaksanaan kaum Nabi Daud as. wajib bagi seorang yang berakal untuk tidak melupakan dan menyia-nyiakan empat waktu:

1. waktu untuk bermunajat (berdoa) kepada Tuhan,

2. waktu untuk mengoreksi terhadap perbuatan diri sendiri,

3. waktu untuk berkumpul dengan kawan-kawan baiknya, untuk saling mengingatkan

tentang kelemahan dan kekurangannya, dan membenarkan amal baiknya,

4. waktu untuk menghibur diri dengan yan halal, bukan yang haram.

(AbdulAziz Salim Basyarahil,1993)

para penolong

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, rasulNya dan orang2 yg beriman

yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat seraya mereka tunduk kepada Allah. (5 : 55)

Dan barangsiapa mengambil Allah, rasulNya, dan orang2 yg beriman menjadi penolongnya, maka

sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yg pasti menang. (Al Maidah:56)

Kamis, 29 November 2007

Tidak diterima kecuali yang baik

Abu Hurairah ra. berkata bahwa RAsullah saw bersabda,"Sesungguhnya Allah itu Maha baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para rasul.
Alllah berfirman, 'Wahai para rasul makanlah segala sesuatu yang baik dan lakuykanlah pekerjaan yang baik.' Dia juga berfirman, Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami rezekikan kepadamu.'
Kemudian Rasullah saw menceritakan perihal seseorang yang menempuh perjalan jauh, rambutnya kusut masai dan penuh debu. Dia menadahkan tangannya ke langit sembari berkata, 'WAhai Tuhan! Wahai Tuhan!' sedangkan makanannya haram dan perutnya dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin permohonannya dikabulkan?' " (diriwayatkan oleh Muslim)

Rabu, 21 November 2007

Tujuh Naungan

Tujuh macam naungan Allah akan menaungi merekapada hari qiamatyang tiada naungan lain selain naungan-Nya , yaitu:
1. pemimpin yang adil,
2. pemuda yang giat ibadahnya kepada tuhan yang menciptakannya,
3. seseorang yang hatinya terikat pada masjid-masjid,
4. dua orang yang saling mencintai dalam urusan agama Allah baik waktu berkumpul maupun berpisah,
5. Seseorang yang bersedejah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya,
6. seseorang yang diajak berbuat serong dengan wanita bangsawan lagi cantik, tapi ia berkata 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah',
7. seseorang yang berdzikir (ingat) kepada Allah lalu berlinanglah kedua matanya.

Rabu, 14 November 2007

Niat yang benar

Umar bin khatab berkata: saya mendengar Rasullah saw bersabda," Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya menuju Allah dan Rasull-Nya, ia akan sampai kepada Allah  dan Rasull-Nya. Barangsiapa hijrahnya menuju sunia yang akan diperolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju."