Kamis, 08 Januari 2009

Shalawat Nabi (bagian 1)

"sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat untuk Nabi salallahu'alaihi wassalam. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu sekalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya"
(Qur'an surat al Ahzaab/33 ayat 56)

Nabi Muhammad salallahu'alaihi wassalam adalah utusan Allah dan membawa risalah-Nya untuk seluruh umat manusia. Menyempurnakan akhlak yang mulia dan menjadi rahmat bagi sekalian alam. Betapa penderitaan dan ujian yang beliau salallahu'alaihi wassalam rasakan demi untuk tegaknya laa illaha illalah, dan mengakhiri kesewenag-wenangan orang atas orang lain karena harta atau keturunan.

Bagi umat islam, Nabi Muhammad adalah pembawa pelita yang menunjukkan jalan yang lurus di antara gelapnya zaman jahiliah. Contoh pribadi yang mulia yang sangat jujur tidak pernah berbohong dan selalu dapat dipercaya bahkan oleh orang yang memusuhi beliau.

Membawa agama langit yang tidak hanya berisi cara-cara ritual, tapi juga mengatur semua aspek kehidupan manusia.Termasuk sistem ekonomi. Bukan untuk mengekang akal pikiran manusia, tapi justru untuk mengarahkannya pada hal-hal yang bermanfaat dan membangun. Bagaimana kapitalisme telah membuat jarak antara orang kaya dan miskin demikian jauh. Orang miskin bahkan hidup lebih miskin dari hari ke hari karena ketidakadilan sistem.

Olehkarena itu sebagai orang yang tahu balas budi sudah seharusnya umat islam selalu membaca shalawat dan salam kepada nabi Muhammad salallahu'alaihi wassalam. sebagai tanda terima kasih. Sekaligus untuk selalu ingat akan kemulian akhlak beliau, sehingga bisa dicontoh dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga sebagai tanda bahwa kita mencintai beliau. Bukankah salah satu tanda orang yang mencintai orang lain adalah selalu menyebut-nyebut namanya, inisialnya atau minimal menyebutnya dalam hati. Iya kan Say :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar