Selasa, 28 Juli 2009

Keutamaan Puasa Sya'ban

Tak terasa kurang sebulan lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan dimana kita umat islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, kita terlebih dahulu masuk ke bulan Sya'ban (ruwah, jawa). Dalam bulan ini juga Nabi Muhammad suka berpuasa.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari 'Aisyah, ia berkata:' Nabi saw. tidak pernah berpuasa di luar bulan Ramadhan yang lebih banyak daripada yang beliau lakukan pada bulan Sya'ban. Sungguh beliau berpuasa pada bulan Sya'ban sebulan penuh.'
Dalam riwayat lain: 'Beliau berpuasa pada bulan Sya'ban kecuali hanya sedikit hari saja yang beliau tidak berpuasa padanya.'

Dalam riwayat An Nasa'i dari hadis Usamah r.a ia berkata:' Ya Rasullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada suatu bulan dari bulan-bulan ini seperti puasamu dalam bulan Sya'ban?' Lalu beliau berkata:'Itu adalah sebuah bulan yang biasa dilalaikan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Sya'ban adalah sebuah bulan, pada bulan itu amal- amal diangkat kepada Tuhan seru sekalian alam. Maka aku suka kalau amalku diangkat, sementara aku dalam keadaan puasa.'

Oleh karena Rasullah suka berpuasa di bulan Sya'ban, maka hendaknya kita sebagai umat beliau juga berusaha untuk memperbanyak puasa sunah di bulan Sya'ban ini. Tanpa perlu harus menghitung pahala yang akan diterima. Ikhlaskan saja amal-amal kita semata-mata karena Allah dan menetapi apa yang telah Rasullah saw amalkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar