Minggu, 13 September 2009

Keutamaan Lailatul Qadar

Pada bulan Ramadhan, Allah telah menyediakan lailatul qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menyembunyikan malam penuh kemuliaan ini di antara malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir. Hikmahnya adalah agar kita selalu menghidupkan seluruh malam pada bulan Ramadhan.

Bukhari meriwayatkan dari 'Aisyah, bahwa Rasullah saw bersabda:'Carilah lailatul qadar di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.'

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari 'Aisyah, ia berkata:"Adalah Rasullah saw jika sudah memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan seluruh malamnya, membangunkan seluruh keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah."

Keutamaan
Bukhari - Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersbada:"Barang siapa yang mengerjakan qiyamul lail (salat malam) di malam laiatul qadar atas dasar iman dan mengharapkan ridha Allah, niscaya dosanya yang telah berlalu akan diampuni."

Oleh karena besar manfaat yang akan kita dapatkan jika mendapatkan lailatul qadar, maka sudah selayaknya jika kita bersungguh-sungguh mengisi sisa hari di bulan Ramadhan ini. Tentu bukan dengan niat mencari lailatul qadar, karena sesungguhnya yang lebih baik itu adalah ridha dan ampunan Allah. Dalam hadits diatas jelas, yaitu atas dasar iman kepada Allah dan mengharapkan ridhaNya.

Jika mampu tentu menghidupkan malam itu dengan shalat dan dzikir. Sekurang-kurangnya shalat dua rakaat. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar dari Nabi saw, beliau bersabda:"salat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan segera tiba waktu subuh, maka kerjakanlah witir satu rakaat saja."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar