Rabu, 04 November 2009

Pornografi dan Internet

Seks hampir selalu menjadi tema yang banyak dicari para netter di dunia maya. Kecuali mungkin saat Obama maju menjadi presiden Amerika, seks dan situs porno selalu jadi nomor satu. Masalahnya jika sudah kecanduan pornografi, maka bisa saja dipraktekan. Celakanya kebanyakan pengakses adalah remaja dan orang dewasa yang belum menikah. Tidak saja laki-laki, tapi juga wanita. Bahkan sering kali laki-laki dan perempuan yang baru sebatas pacaran, dalam satu bilik mengakses situs yang berisi gambar porno, cerita saru dan hal-hal lain yang berhubungan dengan esek-esek.

Menurut google-trends per awal November 2009 ini, Indonesia menduduki peringkat keempat, naik dua tingkat dari sebelumnya di peringkat keenam pada Oktober 2009. 

Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh Vietnam. Negara ini menggeser posisi Pakistan yang bulan sebelumnya menduduki peringkat pertama pada bulan lalu—dan sebaliknya, Vietnam berada di posisi kedua. 
 
Penggemar esek-esek di Indonesia sepertinya tidak mengenal situasi dan kondisi alam sekitar. Di negara-negara lain, grafik pengakses pornografi biasanya akan turun ketika di negaranya terjadi kecelekaan atau bencana alam, atau kejadian-kejadian besar di dunia politik, sosial, dan ekonomi. Namun hal itu tidak terjadi di Indonesia. Sebaliknya, justru saat ada berita panas, seperti saat beredarnya video mesum pasanagn muda-mudi, akses internet akan melonjak.

Mungkin seiring dengan menjamurnya warnet yang menjamin privasi konsumennya turut memicu kenaikan ini, atau juga semakin mudah dan murahnya tarif internet broadband yang ditawarkan operator. Hal ini tentu saja perlu mendapat perhatian serius. Karena dampaknya bisa merusak moral generasi selnjutnya.

Apa yang dilihat dan dibaca di internet, misalnya saja tentang selingkuh, oral seks, doggy style dan hal-hal nyleneh lainnya, bisa saja dipraktekan di dunia nyata. Di satu kabupaten yang mungkin terhitung 'udik' saja tren perselingkuhan naik signifikan. Hal ini dapat dilihat saat ada razia, dimana selalu ada pasangan selingkuh yang tertangkap di siang bolong. Ironisnya, peningkatan perzinahan ini juga terjadi di kalangan pns, khususnya pendidik/ guru.

Ada peribahasa,  guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jika gurunya selingkuh, apa jadinya dengan murid-muridnya nanti....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar