Jumat, 16 Juli 2010

Hari Meluruskan kiblat



Umat Islam diperintahkan untuk menjalankan ibadah shalat wajib 5 kali sehari. Perintah ini terjadi pada saat isra' mi'raj Nabi muhammad pada tanggal 27 Rajab. Dalam pelaksanaan shalat, maka diperintahkan untuk menghadap kiblat. Pada mulanya kiblat untuk semua Nabi adalah Baitullah/ka'bah di Mekkah yang dibangun oleh Nabi Adam AS, lalu Nabi Ibrahim dan Ismail mengikuti kiblat ini. Sebagaimana firman Allah , "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, Baitullah yang di Makkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia".(QS Ali Imran ayat 96).
Selanjutnya Al Quds juga ditetapkan sebagai kiblat untuk sebagian dari para Nabi. Para Nabi ini ketika shalat didalam Al-Quds, biasa menghadap arah sedemikian rupa, sehingga menghadap kedua-duanya baik Al-Quds dan ka'bah di Mekkah. Nabi Muhammada shalat menghadap al quds selama beberapa waktu, sampai Allah memerintahkan kepada beliau untuk menghadapkan wajahnya ke baitullah di Mekkah pada setiap shalat.

Peristiwa unik seputar pemindahan kiblat ini terjadi di Masjid Qiblatain, Madinah. Inilah masjid dengan dua kiblat. Hal ini karena saat shalat ashar, mereka memulai dengan menghadap ke arah al quds di Jerusalem, Palestina. Sampai kemudian ada rombongan yang lewat dekat masjid dan salah satu dari mereka bertanya kepada temanya dengan suara keras, bukankah Allah telah memindahkan kiblat ke arah ka'bah? Dan dijawab oleh temannya dengan benar Allah telah memindahkan kiblat kearah ka'bah. Maka orang-orang yang shalat ini lalau mengarahkan wajahnya ke ka'bah.

MUI fatwa tentang Kiblat. Ada tiga hal dalam fatwa tersebut: (1) Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat ka’bah adalah menghadap ke bangunan Ka’bah (ainul ka’bah). (2) Kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka’bah adalah arah Ka’bah (jihat al-Ka’bah). (3). Letak georafis Indonesia yang berada di bagian timur Ka’bah/Mekkah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat. No 3 inilah yang kemudian dikritisi banyak pihak karena tidak tepat menghadap ka'bah, tetapi justru menghada kearah Afrika.
Fatwa no 3 ini kemudian diubah menjadi arah barat laut. Hal ini karena letak geografis Indonesia berada di sebelah timur sedikit ke selatan dari ka'bah. Arah ini dikenal sebagai barat laut, yakni barat condong kearah utara. Besarnya kemiringan kearah utara tentu saja berbeda untuk tiap daerah.

Untuk mengetahui posisi kiblat secara lebih tepat dan sederhana yaitu dengan melihat arah bayangan pada saat matahari tepat berada diatas ka'bah. Matahari akan berada tepat diatas ka'bah 2 kali dalam setahun yang disebut transit utama. Bisa juga disebut yaumul rashdul qiblat (hari meluruskan kiblat). Pada tahun ini matahari akan tepat berada diatas ka'bah pada tanggal 28 Mei jam 16.18' WIB dan tanggal 16 Juli jam 16.27' WIB.

Jadi hari ini jam 4 lebih 27 menit WIB adalah saat yang tepat untuk mengoreksi arah kiblat. Cukup berdiri di tempat yg kena sinar matahari. Arah bayangan itulah arah ka'bah. Insyaalah matahari saat itu berada di atas ka'bah, jadi semua bayangan akan mengarah ke ka'bah. Jika hari ini mendung, maka bisa juga dilakukan besoknya (tgl 17 Juli) karena matahari belum akan jauh bergeser dari kota Mekkah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar