Rabu, 11 Agustus 2010

Puasa Ramadhan

Puasa (shiyam/shaum) berarti menahan. Dalam agama Islam, puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan disertai niat.

Dalil / dasar hukum wajibnya puasa ramadhan
Dalam alqur'an, bab puasa ramadhan terdapat di surat ke-2/ Al Baqarah ayat 183-187. Disana dijabarkan perintah wajibnya puasa dan tata caranya. Berikut terjemahan surat al-Baqarah ayat 183-187:

[183] Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

[184] (yaitu) dalam beberapa hari yang ditentukan. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebaikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

[185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

[186] Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

[187] Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Dari ayat-ayat tersebut diatas, kita mengetahui bahwa puasa sebenarnya untuk kebaikan manusia, hal ini sudah terbukti secara medis. Dan Allah sama sekali tidak ingin memberatkan manusia. Di ayat 183 Allah memanggil orang-orang yang beriman, maka kita harus masuk ke dalam Ramadhan dengan penuh keimanan.

Satu hal yang menarik, Allah menyelipkan perihal kedekatanNya dengan para hambaNya dan mengabulkan permohonan hamba yang berdo'a kepadaNya pada bab puasa ini. Kita tentu tahu Allah itu dekat dengan semua hambaNya kapanpun dimanapun. Masalahnya, kita sering kali justru menjauh dari Nya, dengan melakukan maksiat dan dosa. Nah, di bulan puasa ini, kita seharusnya melakukan banyak amal taat yang dapat mendekatkan kita kepadaNya. Bulan puasa sangat baik bagi kita untuk memperbanyak do'a dan istighfar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar