Sabtu, 23 Oktober 2010

Era Web 2.0 dan Bahayanya

Apa itu web 2.0? Web 2.0 merupakan generasi terkini yang paling mendunia dari web, di mana semua pengguna web dapat mempublikasikan dan menerima informasi secara bebas, untuk saling berkolaborasi dan bersosialisasi. Jika di era web 1.0 kita hanya dapat mengakses informasi saja (bersifat satu arah), dengan banyak keterbatasan, maka web 2.0 memberi peluang kepada kita untuk menerima dan membagikan informasi yang kita punya, baik itu bersumber dari kita sendiri atau dari sumber lain. Semua pengguna juga dapat berinteraksi secara langsung dengan sesama pengguna web.

Web 2.0 menawarkan perubahan gaya navigasi klasik menjadi jauh lebih interaktif. Bahkan pengguna bisa terus berhubungan melalui web 2.0 dengan perangkat bergeraknya -semisal mobile phone. Dengan web 2.0 pengguna dapat terus menerus terhubung satu sama lain di mana pun, kapanpun melalui beragam perangkat yang mendukung web 2.0.

Dengan kelebihan yang dimilikinya itu maka tidak mengherankan jika web 2.0 membuat banyak orang tertarik menggunakan Internet. Mereka yang awalnya tidak mengenal internet menjadi tertarik dan ingin mencoba daya tarik web 2.0 ini. Facebook dan Twitter merupakan contoh web 2.0 yang sangat sukses saat ini.

Aplikasi web 2.0 tidak hanya digunakan di rumah saja, namun juga di lingkungan perusahaan. Ini artinya ada banyak data penting perusahaan yang dapat menjadi target para penjahat cyber. Pengguna sendiri mungkin tidak sadar bahwa dirinya menjadi target serangan, karena sangat menikmati kemudahan dan kelancaran berbagi informasi, atau bersosialisasi memperluas jaringan pertemanan ataupun bisnis.

Terkadang ada juga pengguna yang tidak tahu dan tidak sadar jika dirinya sedang membantu serangan malware dan juga menjadi korbannya. Situs jejaring sosial saat ini menjadi sasaran para pembuat malware untuk melancarkan serangan. Setiap tahun, jumlah sampel malware yang berhubungan dengan jejaring sosial mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Mengapa web 2.0 Menjadi Sasaran Penjahat Cyber?
Seperti kita ketahui, beberapa tahun terakhir, situs jejaring sosial menjadi salah satu sumber informasi paling popular dan memiliki banyak pengguna di Internet. Lebih dari satu miliar orang mengakses situs jejaring sosial pada 2009.

Pertumbuhan popularitas ini membuat para penjahat cyber menjadikan situs jejaring sosial -seperti Facebook, MySpace atau Twitter- sebagi target utama malware, spam, penipuan dan sejumlah tindak kejahatan lain. Misalnya pada Januari 2008, sebuah aplikasi Flash yang diberi nama Secret Crush yang berisi link ke program AdWare dan lebih dari 1,5 juta pengguna mendownloadnya sebelum disadari oleh administrator situs Facebook.

Kaspersky Lab pada Juli 2008 mengidentifikasi sejumlah insiden yang melibatkan Facebook, MySpace dan VKontakte. Net-Worm.Win32.Koobface. menyebar ke seluruh jaringan MySpace dengan cara yang sama dengan Trojan-Mailfinder.Win32.Myspamce.a, yang terdeteksi di bulan Mei.

Bulan Juli 2009, Twitter menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mempu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Pada Agustus 2009 Twitter diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis mengunduh Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco.
LinkedIn juga tak luput dari serangan malware pada Januari 2009, dimana penguna ditipu agar mengklik profil sejumlah selebriti, padahal mereka sudah mengklik link ke media player palsu. Semua kasus itu hanya sebagian dari begitu banyak kasus penyebaran malware di situs jejaring sosial. Karena itulah sebaiknya anda berhati-hati mengklik link yang ditawarkan bahkan oleh teman yang sudah anda kenal sekalipun. Termasuk selalu mengupdate aplikasi internet security anda.

Selain itu ada baiknya anda tidak menuliskan semua data pribadi Anda agar tidak disalah gunakan. Data pribadi, semisal hobi bisa dimanfaatkan untuk mentarget iklan bagi penyedia jasa. Hal ini kadang baik, tapi untuk data yang lebih sensitif, misal data kartu kredit, maka kerugian yang diakibatkan pencurian data bisa sangat besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar