Rabu, 27 Oktober 2010

Gunung Merapi Meletus

Kemarin sore Gunung Merapi meletus secara eksplosif, yang mengakibatkan banyak warga meninggal dunia. Letusan ini memicu terjadinya awan panas dan hujan abu vulkanik yang berbahaya. Awan panas dari puncak Gunung Merapi yang terjadi arah luncurannya belum diketahui pasti karena gunung tertutup kabut. Informasi dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Gunung Merapi di Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menyebutkan luncuran awan panas pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB, kedua pada pukul 17.19, ketiga pukul 17.24 WIB, dan keempat pukul 17.34 WIB.

Sementara itu, Juru Kunci Gunung Merapi Raden Ngabehi Surakso Hargo atau yang biasa dipanggil Mbah Maridjan akhirnya ditemukan meninggal dunia oleh tim penyelamat yang diterjunkan sejak Rabu dinihari. Jasadnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.05 dari lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Kinahrejo Kecamatan Cangkringan, Sleman atau berjarak sekitar 6 km dari puncak Merapi. Jenasah Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi sujud di dalam rumahnya. Ia masih mengenakan baju batik, kopiah warna putih serta sarung. Diduga saat bencana wedhus gembel datang yang bersangkutan sedang shalat. Jumlah korban tewas akibat letusan Gunung Merapi ini cukup banyak yaitu 25 orang dan kemungkinan masih bisa bertambah mengingat banyak warga yang menderita luka bakar serius. Beberapa jenazah masih belum dikenali, mereka kebanyakan berasal dari Desa Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, tepatnya daerah di sekitar rumah Mbah Maridjan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar