Selasa, 14 Desember 2010

Keutamaan Bulan Muharram

Tak terasa ternyata sudah berganti tahun. Tahun lalu sudah berlalu dan kita pun tahu apa saja yang sudah kita lakukan. Entah amal kebaikan atau justru dosa dan pelanggaran. Apa pun itu sudah menjadi bagian dari masa lalu, sudah menjadi catatan yang akan ditanyakan dan dipertanggungjawabkan. Taubat dan perbanyak istighfar atas apa yang terjadi di masa lalu. Dan bersyukur atas nikmat karunia Nya hingga kita sampai pada hari ini.

Dua belas bulan bukanlah waktu yang singkat, tapi juga bukan waktu yang lama. Rangkaian waktu yang membawa kita pada hari ini. Kita pun sebenarnya hanya hidup saat ini saja. Hari kemarin, kita sudah tidak bisa kita harapkan. HAri esok masih menjadi misteri, akan sampai kesana atau tidak. Dalam dua belas bulan ini yang disebut bulan haram.
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” (QS. At-Taubah [9] : 36)

Yang disebut 4 bulan haram adalah Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Bulan Muharram disebut juga bulan Allah (syahrullah) karena memiliki banyak keutamaan dan kejadian luar biasa berkenaan dengan para kekash Allah. Pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan Ibrahim dari penganiayaan Raja Nimrud. Allah menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun juga pada tanggal ini. Bani Israil kemudian memuliakannya dengan berpuasa.

Rasulullah saw. bersabda: Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi saw ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “ Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul saw berkata, “Aku lebih berhak mengikuti Musa as daripada mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa” (HR Bukhari).

Pada Bulan Muharram dianjurkan untuk memperbanyak ibadah puasa. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurariroh yang mengatakan, ”Rasulullah saw bersabda, ’Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Allah al Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”

Sedangkan puasa pada hari ke-9 (Tasuua’a) dan ke-10 (Asyura’) Muharram sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim. Mengenai hal ini ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas yang mengatakan, ”Sewaktu Rasulullah saw berpuasa pada hari Asyura lalu beliau saw memerintahkan (para sahabat) untuk berpuasa.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.” Beliau saw menjawab, ”Untuk tahun depan, insya Allah kita berpuasa (juga) pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas berkata, ”Ternyata tahun depan tidaklah menemuinya hingga beliau saw wafat.”

Hari ini sudah tanggal 8 Muharram 1432 h. Berarti mulai besok kita akan berpuasa sunah. Jika mampu tentu lebih baik jika dilakukan selama 3 hari kedepan, tanggal 9, 10, 11 Muharram. Jika tidak yaa, dicoba dulu...

Bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender hijriah sangat tepat untuk dijadikan momentum untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan membuat rencana untuk tahun depan agar bisa lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar