Jumat, 29 April 2011

Pesawat Latih Jatuh di Sleman

Sebuah pesawat latih jatuh di tengah perkebunan tebu sekitar 500 meter sebelah utara Jalan Raya Berbah, dekat Masjid Sulthoni, Wotgaleh,Karangmoncol, Sendangtirto Berbah, Sleman, DIY, pada hari Kamis sore sekitar pukul 15.30 WIB. Dua orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Saat ini korban masih berada di rumah sakit Angkatan Udara, Sleman. Keduanya dilaporkan meninggal dalam insiden tersebut.

Dua korban tersebut yakni Sersan Satu Ninang dan Sersan Karbol Habibun Rahman. Sertu Ninang adalah instruktur terbang layang dan Sersan Karbol Habibun Rahman sebagai anak latih. Pesawat yang ditumpangi Ninang dan Karbol jatuh di kawasan perkebunan tebu. Lokasi jatuhnya pesawat berada 300 meter dari masjid. Sekitar 550 meter di timur laut kompleks makam Panembahan Puruboyo.


Pesawat yang jatuh tersebut merupakan pesawat glider tanpa mesin. Untuk terbang, pesawat glider itu ditarik dengan menggunakan pesawat lain yang bermesin. Menurut saksi mata, Andri, dia melihat saat berada di langit pesawat goyang yang belakang. Pesawat yang jatuh berada di belakang, namun karena goyang dan tidak seimbang maka tali yang menarik pesawat tersebut dilepaskan.

Warga sekitar kejadian menyakini pesawat latih itu jatuh karena melintas di atas makam Pangeran Purboyo yang dimakamkan di sebelah utara Masjid Sulthoni. Pesawat biasanya melintas di bagian selatan masjid, bukan di utaranya (diatas makam).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar