Senin, 23 Mei 2011

Persiba Bantul Menang, Naik ke Liga Super Indonesia

Hasil pertandingan semifinal liga ti phone, Persiba Bantul meraih kemenangan meyakinkan 5-2 atas Persidafon Dafonsoro. Dengan kemenangan ini Persiba Bantul lolos ke final kompetisi sepak bola Divisi Utama / Liga Ti Phone sekaligus meraih satu tempat di Liga Super Indonesia (LSI) musim depan. Pertandingan semi final yang berlangsung di bawah guyuran hujan itu berlangsung di Stadion Manahan Solo Minggu (22/5) sore WIB.

Persiba Bantul mencetak 5 gol melalui Ezequeil Gonzalez menit ke-15 dan 39, Ugik Sugiyanto menit ke-17, ke-47 dan 72. Sedangkan gol Persidafon dicetak Harianto menit 9 dan Patrick Wanggai menit 46.

Persidafon sebenarnya memulai pertandingan semifinal liga ti phone ini dengan sangat baik. Persidafon bahkan sudah unggul satu gol melalui tendangan bebas Harianto di menit 9. gol ini sangat mengejutkan bagi Persiba Bantul yang sedang menguasai pertandingan. Tapi mental para pemain Persiba Bantul sepertinya lebih kuat pada pertandingan semi final ini -mungkin karena mampu menyamakan kedudukan 3-3 saat menyingkirkan PSMS Medan pada pertandingan sebelumnya- langsung bereaksi positif dengan gol Ezequeil Gonzales pada menit ke-15, memanfaatkan umpan silang Ugik Sugianto.

Pada menit ke-17, Persiba Bantul balik memimpin satu gol melalui sundulan Ugik memanfaatkan umpan tendangan bebas Slamet Nurcahyo. Meski sudah unggul, Persiba Bantul masih bermain menyerang dan menekan pertahanan Persidafon. Dan akhirnya menit ke-39, Persiba Bantul kembali mencetak gol melalui sundulan Ezequeil Gonzales lagi-lagi memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan Persidafon kali ini oleh Fortune Udo yang bermain melebar.

Melalui sebuah serangan balik cepat, Persidafon memperkecil ketinggalan setelah Patrick Wanggai mencetak gol di menit ke-45+1. Tendangan kerasnya di dalam kotak penalti gagal ditahan kiper Persiba Wahyu Tri Nugroho. Tapi gol kedua Ugik Sugianto di menit 45+2 kembali memperlebar keunggulan Persiba Bantul. Babak pertama yang berlangsung 47 menit ( 2 menit tambahan waktu) Persiba Bantul unggul 4-2 atas Persidafon.

Pada babak kedua, Persiba Bantul beramin lebih bertahan dan tak seagresif babak 1. Hal ini dimanfaatkan Persidafon dengan mengurung pertahan Persiba Bantul menggunakan operan-operan pendek berbahaya. Tapi malang bagi Persidafon, meski memiliki beberapa peluang tapi gagal menambah gol, justru melalui serangan balik, Persiba Bantul mampu menambah golnya. Diawali dari serangan persidafon yang berhasil diredam, umpan panjang dari daerah pertahanan persiba bola mampu dikontrol dengan sangat baik oleh Fortune Udo. Dengan hanya ada 1 pemain bertahan Persidafon melawan 2 pemain Persiba: Udo dan Ugik. Oleh Udo, bola dioper kepada Ugik yang tidak terkawal dan mampu melesakkan tendangan keras yang tak mampu dijinakkan kiper Persidafon. Gol ini membuat Persiba Bntul unggul 5-2 atas Persidafon dan makin mendekatkan Persiba ke ISL.

Sayang pada menit ke-75, berawal dari perebutan bola antara Patrick Wanggai dan Ezequeil, Patrick Wanggai terlihat sangat emosi. Ia menggerakkan tangannya seolah-olah ingin memukul Ezequeil yang terkapar dibawahnya. Aksi provokatif ini memancing emosi pemain Persiba. Beberapa pemain kedua tim terpancing melakukan keributan dan aksi saling dorong. Tak mau terjadi insiden yang lebih buruk, Wasit akhirnya mengeluarkan kartu merah langsung bagi dua pemain, Patrick Wanggai dari Persidafon dan Ahmad Taufik dari Persiba Bantul.

Di sisa waktu yang ada kedua tim gagal menambah gol. Beberapa peluang yang didapat Persiba Bantul melalui serangan balik gagal dikonversi menjadi gol. Setidaknya Fortune Udo memiliki dua peluag emas saat berada di depan gawang tanpa kawalan, tapi tendangannya justru melambung tinggi. Meski tidak mencetak gol, tapi satu assists dan penampilannya sejauh ini sangat membantu tim, dan dia layak jadi top skor divisi utama musim ini.

Hasil pertandingan semifinal lia tiphone lainnya, Persiraja Banda Aceh secara mengejutkan mengalahkan Mitra Kukar 1-0 di semifinal Divisi Utama, Minggu malam. Gol Persiraja terjadi menit 30 melalui Fahrizal Dillah. Gol ini berawal dari kesalahan defender Mitra Kukar dalam mengantisipasi umpan panjang yang mengarah ke jantung pertahanan. Defender Mitra Kukar menyundul bola ke arah Fahrizal yang dengan mudah mengarahkan bola ke dalam gawang kosong setelah Kiper Amin Syarifudin juga sudah lebih dulu maju meninggalkan posnya.

Dengan hasil ini maka Persiba Bantul akan menghadapi Persiraja Banda Aceh di partai final Liga ti phone untuk menentukan siapa juara divisi utama musim ini. Sedang, Persidafon dan Mitra Kukar akan bertarung meraih posisi 3 atau 1 tiket otomatis ke liga super musim depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar