Jumat, 29 Juli 2011

Awal Bulan Puasa 1432 H

Pemerintah masih akan melakukan Isbat (penetapan) pada 31 Juli untuk menetapkan waktu jatuhnya awal bulan Ramadhan. Namun Menteri Agama Suryadharma Ali menilai awal puasa pada ramadhan tahun 1432 H ini berpotensi sama baik antara organisasi masyarakat dengan pemerintah.

Menurut Menag dalam menentukan tanggal satu Ramadhan dan satu syawal ada dua cara. Yaitu, Pertama dengan hisab (perhitungan) dan kedua melalui rukyat (melihat bulan secara langsung). Cara pertama (hisab) sudah dilakukan, antara lain oleh Muhammadiyah dan mereka menetapkan awal Ramadhan itu jatuh pada 1 Agustus 2011.

Adapun jika mempergunakan cara rukyat, baru akan dilakukan pada tanggal 31 Juli sore hari. Ini dilakukan pada titik-titik yang ditentukan untuk melihat ada atau tidak adanya bulan.

Dari sumber berbeda, yakni PWNU Jatim memprediksi awal Ramadhan 1432 Hijriah akan datang dalam waktu bersamaan yakni 1 Agustus 2011. Kemungkinan itu bisa terjadi karena ketinggian hilal secara hisab pada saat itu mencapai 6,45 derajat hingga 8,26 derajat, sehingga puasa Ramadhan bisa bersamaan, karena ketinggian hilal di atas dua derajat (bisa dilihat dengan mata).

Namun, katanya, awal Syawal 1432 H (Hari Raya Idul Fitri) ada kemungkinan tidak bisa bersamaan, karena ijtimak untuk awal Syawal 1432 H terjadi pada 29 Agustus 2011 pukul 10.05 WIB dengan tinggi hilal hakiki 1 derajat 57 menit 45,08 detik atau kurang dari dua derajat.

Karena tinggi hilal tidak mencapai dua derajat, maka kemungkinan akan terjadi perbedaan yakni ada umat Islam yang ber-Idul Fitri pada 30 Agustus dan ada pula tanggal 31 Agustus.

PP Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1432 H, jatuh pada Selasa (30/8). Dijelaskan, bahwa ijtima' menjelang Syawal 1432 H terjadi pada Senin (29/8) pukul 10:05:16 WIB. Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta min02 derajat 08 menit dan 16 detik (hilal sudah wujud).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar