Sabtu, 20 Agustus 2011

Keutamaan Bulan Ramadhan dan Lailatul Qodar

Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam dan penuh dengan berkah dan keutamaan. Keutaman Ramadan, dalam riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Pada bulan Ramadan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan pada umat-umat sebelumnya:

Pertama, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kesturi.
Kedua, para malaikat selalu memintakan ampunan untuk mereka hingga waktu berbuka.
Ketiga, setiap hari Allah menghiasi surga-Nya sambil berkata, hamba-Ku yang saleh ingin melepas beban dan penderitaan yang mereka rindu untuk memasukinya.
Keempat, pada bulan ini setan-setan yang durhaka dibelenggu sehingga mereka tidak leluasa mencapai apa yang dapat dicapainya pada bulan lainnya.
Kelima, mereka diampuni Allah pada malam-malam yang terakhir dari bulan itu."

Tak terasa kita sudah memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Pada hari-hari terakhir ini Rasulallah mengisi hari-harinya dengan beriktikaf di dalam Masjid, sampai-sampai beliau 'mengetatkan kainnya' , beribadah dan bermunajat kepada Allah. Tak heran seperti diriwayatkan oleh Aisyah bahwa Nabi saw bersungguh-sungguh dalam beribadat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi hari-hari lainnya.

Dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam yang ganjil, terdapat Lailatul qadar malam kemuliaan malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Lailatul qadar tersimpan diantara 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Untuk mendapatkan lailatul qadar, maka kita perlu berdiri shalat atau duduk berzikir dan membaca al qur'an atau bagi yang sakit dapat menggunakan bantalnya untuk bertelakan dan mengingat Allah. Menghidupkan malam dengan qiyamullail, tilawah dan tadarus Al-Quran dengan tadabbur, berdoa, zikir, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, perbanyak sedekah serta amalan ma’ruf lainnya untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Dinamakan lailatul qodar karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang rezeki, kebaikan, dan keberkahan di tahun ini. ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan semua doa yang diucapkan manusia. Jibril dan para malaikat turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodar adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)

Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang ciri-ciri / tanda-tanda lailatul qadar yaitu :

1. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah butiran pasir.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)

2. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qadar adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

3. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

4. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodar lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)

Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar