Senin, 15 Agustus 2011

Makanan Untuk Mengusir Bau Mulut Saat Puasa

Saat berpuasa, masalah yang seriing muncul selain lapar dan haus adalah bau mulut. Bau mulut saat berpuasa disebabkan proses metabolisme tubuh selama puasa. Bau mulut juga disebabkan mulut yang kering dan karena berpuasa dari makanan. Ini masalah biasa dan sangat wajar, tapi bagi beberapa orang bau mulut akan sangat menggangu, misal saat presentasi di depan relasi bisnis.

Tapi untuk diingat bagi umat Islam, bau mulut orang berpuasa bernilai pahala, lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak misk.

Cara paling mudah untuk mengurangi bau mulut selama berpuasa adalah dengan rajin membersihkan gigi, terlebih setelah makan sahur. Karena setelah 30 menit tidak makan, keasaman mulut akan meningkat karena sisa asam tidak pergi. Menggosok gigi tidak membatalkan puasa. Hanya saja jika tidak ada keperluan yang sangat terhadap orang lain, sebaiknya tidak menggosok gigi saat siang hari. Toh, ini juga bermanfaat agar kita tidak terlalu banyak bicara. Banyak bicara bila tak hati-hati, apalagi mengenai hal yang tidak baik bisa mengundang dosa.

Cara mengurangi bau mulut saat berpuasa
Untuk mengurangi bau mulut saat berpuasa, diantaranya, dilakukan dengan mengkonsumsi makanan ini seusai sahur dan berbuka puasa.

Yoghurt
Setelah menyantap makanan utama, pilihlah yoghurt sebagai makanan penutup. Yoghurt mengandung bakteri aktif yang bisa melawan bakteri penyebab bau mulut. Penelitian yang dilakukan para peneliti Jepang menyimpulkan bakteri yang berada dalam yogurt dapat menahan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut tak sedap. Hasil peneltian para ahli mikrobiologi dari Tsurumi University, jumlah bakteri dan bau mulut mengalami penurunan hingga 50% pada mereka yang sudah dipastikan mengidap halitosis setelah selama 6 minggu, 24 sukarelawan mengkonsumsi 6 ons yogurt bebas gula yang mengandung bakteri streptococcus thermophilus dan lactobacillus bulgaricus.

Apel
Buah apel ternyata dapat membersihkan plak pada gigi. Makan sebuah apel juga akan membantu tubuh menghasilkan air liur bersih dalam waktu cepat sehingga napas akan kembali segar.

Seledri
Seperti apel, sejumlah makanan tertentu dapat memicu kelenjar air liur untuk menghasilkan air liur baru yang membuat napas lebih segar. Karena itu sebelum mengakhiri makan, konsumsi jenis makanan ini, misal seledri. Seledri membantu menyegarkan napas Anda.

Makanan yang kaya Vitamin C
Makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, membantu mengurangi bakteri di mulut. Makanan yang mengandung vitamin C juga melindungi gusi. Jangan lupa mengkonsumsi Vitamin C yang cukup untuk mencegah radang gusi. Radang gusi ini bisa menyebabkan masalah bau napas tak sedap. Menjadikan buah sebagai makanan penutup saat sahur dan berbuka tak hanya menyehatkan tapi juga membantu menyegarkan napas setelah makan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar