Senin, 27 Februari 2012

Prospek Berinvestasi Emas

Emas masih dianggap sebagai instumen investasi yang menarik. Meski daya tariknya sempat turun karena tren penurunan harga di akhir tahun lalu, emas saat ini kembali menarik perhatian para investor -setelah harganya menguat.

Dalam seminggu terakhir, harga emas berjangka di Bursa Berjangka New York, naik 3,5 persen ke US$1.786,3 per troy ounce. Meski kemudian terkoreksi ke posisi US$ 1.776,4 per troy ounce di penutupan pekan. Namun prospek harga emas masih positif -itu prediksi mayoritas analis. Setidaknya harga emas akan tetap menguat dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Emas cocok untuk tujuan investasi selama satu sampai delapan tahun.

Saat ini, kilau harga emas itu memicu beragam tawaran investasi emas. Mulai dari cara konvensional yakni membeli emas fisik dalam bentuk perhiasan, emas batangan maupun koin emas, lalu trading di kontrak emas berjangka, hingga gadai emas dan kebun emas. Para pemilik dana harus jeli menimbang dan mencermati bentuk investasi emas yang prospektif dan aman.

Untuk investasi secara fisik, membeli emas rutin secara berkala di toko emas atau konter PT Aneka Tambang (antam) masih sangat menarik. Ukuran emas batangan yang ditawarkan sangat bervariasi sesuai dengan ukuran kantong masing-masing investor yang bisa menyesuaikan dengan tujuan investasinya. Mulai ukuran satu gram hingga satu kilogram. Biasakan membeli secara rutin, misalnya yang 10 gram untuk memperoleh manfaat jangka panjang.

Untuk mencegah penipuan dan mempermudah saat akan menjual kembali, investor harus memastikan emasnya bersertifikat Antam sehingga likuid dan harga akan mengikuti pasar. Setelah investor memiliki emas secara fisik, baru bisa mempertimbangkan skema investasi lain, seperti kebun emas atau angsa emas. Namun untuk diingat, adanya unsur spekulasi harga dalam skema ini memberikan potensi untung yang besar sekaligus risiko yang juga besar. Jika tidak paham dan lihai dalam memutar dana, investor justru bisa menderita kerugian.

Untuk gadai emas sebenarnya kurang past menjadi pilihan investasi. Gadai emas bukan investasi, melainkan meminjam uang untuk tujuan tertentu, misal biaya sekolah atau modal usaha.

Berinvestasi emas dalam bentuk dinar punya peluang lebih menguntungkan jika tergabung dalam komunitas. Hal ini agar transaksi lebih mudah dan harga terjaga. Di beberepa tempat memang ada pasar yang alat tukarnya menggunakan dinar dan dirham.

Pembelian emas dengan kredit tanpa memegang fisiknya bisa dilakukan ditempat yang sudah dipercaya, misal bank - dengan perjanjian yang jelas tentunya. Namun lebih baik pembelian emas disertai dengan fisik emasnya agar lebih aman. Tak perlu khawatir tidak bisa menyimpan meas dirumah (kontrakan) karena ada safe deposit box. Apalagi tarif jasa safe deposit di bank sudah murah saat ini ada yang biayanya hanya Rp 150. 000 per tahun.

Emas, meski terbukti ampuh dalam mengimbangi inflasi, tetapi investasi di emas tetap mengandung risiko. Anjloknya harga emas kuartal akhir tahun lalu agar menjadi pelajaran bagi investor dan calon investor agar selalu berhati-hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar