Kamis, 25 Oktober 2012

Panduan Shalat Idul Adha

Dari Ummi 'Athiyah, ia berkata,"Rasulullah telah menyuruh kami keluar pada hari raya fitri dan adha, supaya kami membawa gadis-gadis, wanita yang sedang haid, dan hamba perempuan ke tempat shalat hari raya. Adapun wanita yang sedang haid, mereka tidak mengerjakan shalat." (riwayat Bukhari dan Muslim)

Shalat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Para ulama berbeda pendapat soal hukum shalat Id. Ada yang menyatakan sunat mu'akkad (diutamakan), fardu kifayah dan fardu 'ain-wajib bagi setiap orang.

Ibnu Abbas ra. berkata,"Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam pernah keluar pada hari Idul Adha atau 'Idul Fitri. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat namun tidak mengerjakan shalat sunah sebelum dan sesudahnya." (riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw senantiasa melaksanakan shalat 'id setiap hari raya sejak tahun kedua hijrah. Beliau tidak pernah meninggalkan satu ied pun, bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam memerintahkan semua orang untuk keluar rumah karena keutamaan ibadah ini menuju tempat shalat ied, termasuk wanita yang sedang haid. Perintah untuk keluar rumah merupakan perintah untuk shalat bagi yang tidak berhalangan/ wajib melaksanakan bagi yang tidak berhalangan.

Mandi dan Berpakaian yang Bagus
Saya kira masalah ini sudah sangat jelas. Mandi, memakai parfum, dan pakaian yang terbaik yang kita punya. Dari hasan bin 'ali,"Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam memerintahkan kami pada hari raya supaya memakai pakaian terbaik yang ada pada kami, dan berharum-haruman sebaik-baiknya yang ada pada kami, dan berkorban dengan binatang tergemuk yang ada pada kami." (riwayat Hakim dan Ibnu Hiban)

Tidak makan sebelum shalat Idul Adha
Dari Buraidah ra, ia mengatakan, "Nabi shallallahu 'alaihi wassallam tidak makan pada hari raya Adha sehingga beliau kembali dari shalat." (riwayat Tirmidzi)

Tata cara shalat Idul Adha
Tata cara melaksanakan shalat Idul Adha
1. niat shalat idul adha: ushalli sunnata 'iidil adhha rak'ataini lillahi ta'ala (saya berniat shalat Idul Adha dua rakaat karena Allah)
2. takbiratul ihram - Allahu Akbar- seperti pada shalat lainnya, do'a iftitah
2. takbir tambahan sebanyak 7x setelah takbiratul ikram.
3. membaca fatihah dan surat, dianjurkan membaca surat Qaaf atau al A'laa
4. pada rakaat kedua, bertakbir 5x sebelum membaca al fatihah
5. membaca al fatihah dan surat, disunahkan surat al Qamar atau al Ghasiyah (membaca surat ini hanya bagi imam, makmum hanya baca fatihah)
6. pada saat membaca takbir tambahan, boleh mengangkat tangan seperti yang dicontohkan oleh Ibnu 'Umar.
7. tak ada bacaan khusus diantara takbir, namun hendaklah memuji Allah. subhanallah, walhamdulillahi, wa laa ilaha illaallah, wa allahu akbar
8. sesudah salam dilanjutkan dengan khutbah 'id. Khutbah ini merupakan rangkaian ibadah shalat 'id.

Hari 'id Bertepatan dengan hari Jum'at
Bagaimana jika hari raya idul adha jatuh pada hari Jum'at? Iyas bin Abi Ramlah berkata,"Aku pernah menemani Mu'awiyah bin Abi sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqam,'Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bertemu dengan dua id (idul fitri atau idul adha jatuh pada hari Jumat) dalam satu hari?' 'Ya', jawab Zaid. Lalu Mu'awiyah bertanya lagi,'Apa yang beliau lakukan ketika itu?' 'Beliau shallallahu 'alaihi wassallam melaksanakan shalat id dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jumat', jawab Zaid lagi Nabi shallallahu 'alaihi wassallam bersabda,"Siapa yang mau shalat Jumat, maka silakan melaksanakannya." (riwayat Abu Daud)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar